ACTION: BUKTI KELUASAN HATI
Mazmur 146
Membaca kesaksian tentang
gedung gereja yang terbuka
untuk menampung para pendatang di suatu tempat
untuk bermalam adalah hal yang melegakan hati. Gedung yang terbuka itu
merupakan manifestasi dari keluasan hati. Gereja lalu menjadi tempat penampungan, bukan sekadar
ruang steril yang dipenuhi ritual dan jauh dari persoalan sosial sehari-hari.
Pemazmur dalam nyanyiannya mengagungkan Allah yang tidak hanya
menciptakan dunia, tetapi juga memerintah dunia dengan
keadilan dan kasih.
Allah tidak tinggal diam di
surga, tetapi hadir di dunia. Ia menjadi sahabat bagi orang-orang lapar. Ia
menemani mereka yang mencari keadilan. Allah menjaga pendatang di negeri
asing. Ia memelihara janda dan anak yatim. Ia mencintai orang-orang yang
berpikir dan bertindak benar, tetapi tidak menyukai rancangan serta jalan orang
fasik. Allah, Sang Pencipta dan Pemelihara, hadir untuk semua orang. Ia menghendaki manusia menjadi sesama bagi yang lain. Ia
tidak menyukai eksploitasi dan ketidakpedulian, sebab hal- hal
itu merupakan kefasikan.
Saat ini tidak cukup bagi
gereja hanya berbicara mengenai orang-orang kecil dan orang asing. Tidak cukup
pula gereja hanya berefleksi mengenai kemiskinan dan hospitalitas. Gereja harus action. Menyambut mereka yang tersisih
merupakan bukti keluasan hati yang, bila dilakukan
dengan setia, akan menjadikan kita menjadi bagian dari solusi. (Wasiat)
REFLEKSI:
Satu tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta yang besar, jauh lebih berarti daripada seribu kata-kata manis yang nihil aksi.